Laman

Ads 468x60px

Sabtu, 03 Agustus 2013

Ditepi Sungai Piedra Aku Duduk Dan Menangis


ImageJudul buku          :               Ditepi Sungai Piedra Aku Duduk Dan Menangis
Penulis                :               Paulo Coelho
Penerbit              :               Gramedia Pustaka Utama
Tebal                   :               224 halaman

"Aku pernah jatuh cinta sebelumnya. Rasanya seperti narkotik. Mula-mula mendatangkan euforia penyerahan diri, lalu berikutnya kau menginginkan lebih banyak. Kau belum kecanduan, tapi kau menyukai sensasinya dan kau masih bisa mengendalikan semuanya. Kau memikirkan orang yang kau cintai selama 2 menit dan melupakannya selama 3 jam.Tapi kemudian kau terbiasa dengan orang itu, dan mulai bergantung sepenuhnya pada mereka. Sekarang kamu memikirkannya 3 jam & melupakannya selama 2 menit. Kalau ia tak ada, kau merasa seperti pecandu yg selalu membutuhkan morfin. Dan seperti halnya pecandu yg akan mencuri & mempermalukan diri sendiri demi memenuhi kebutuhan mereka. Kau pun bersedia melakukan apa saja demi cinta"

“Namun cinta itu mirip bendungan: jika kau membiarkan satu celah kecil yang hanya bisa dirembesi sepercik air, percikan itu akan segera meruntuhkan seluruh bendenungan, dan tak lama kemudian tak seorang pun bisa mengendalikan kekuatan arusnya. Setelah bendungan itu runtuh, cinta pun mengambil kendali, dan apa yang mungkin ataupun tidak, tak lagi berarti; bahkan bukan masalah apakah orang yang kita cintai itu tetap di sisi kita atau tidak. mencintai berarti kehilangan kendali.”

Sabtu, 27 Juli 2013

Jumat, 26 Juli 2013

Novel Sempurna by Nonier

Judul : Sempurna
Penulis : Nonier
Penerbit : Gagas Media
Tanggal terbit : 4 Mei 2012
Halaman : 332 halaman

Aku tak akan membiarkan diriku jatuh cinta pada seseorang yang tak bisa kumiliki...

Kau adalah musuh bagi hatiku. Yang membuat aku waspada dan aku buru-buru membentengi diri agar tak terpikat oleh pesonamu. Tapi, kau terus memaksa masuk. Seperti kuda Troya, kau sukses menyelusup ke relung hatiku. Aku memang bertekad menjauhimu, tetapi jantungku ternyata tak cukup kuat untuk membendung setiap debaran yang tercipta karena dirimu.

Aku tau akan menyesali semuanya, tetapi tak ada yang bisa ku lakukan... Aku terlanjur menerjunkan diri ke dalam api cintamu. Terbakar bersama cinta yang kelak juga akan membumihanguskan kebahagiaanku. Aku nekat mengambil risiko terluka lagi... dan kal ini karenamu.

Kamis, 25 Juli 2013

Bukan tentang sore yang baik-baik saja 
Senjaku tak bisa menjadi jingga. Ada pilu yang diam-diam menyelinap malu
Mengapa masih saja berusaha mengeja sesuatu yang pasti tak bisa terbaca
Merintih tertatih, pikirku kacau meracau ,,,,
Bukan lagi tentang bau tanah yang pernah kuceritakan, ah, ini hanya rindu
habis malam ini, semua akan baik baik saja ^_

#hujan deras 

Selasa, 23 Juli 2013

—meja kayu nomor enam, suatu senja—

waktu itu, satu jam sebelum senja. kau datang membawa lelah di bawah kelopak mata. kaki-kakimu sepakat menghampiriku di meja nomor enam—meja kayu penuh gurat ingatan.
kita duduk dalam hening. barangkali diam adalah menu pertama yang tersaji di hadapan kita. kita pun sama-sama memesan semangkuk rasa manis yang lekat dan segelas dingin yang pekat,
dua puluh menit sesudahnya, kita sibuk menjatuhkan kesedihan di meja itu. membiarkan satu (lagi) kenangan buruk mencatatkan diri di pipih mahoni segi empat.
setelahnya kau beranjak, membawa sebagian aku berjalan di sisi kirimu—menyaru sebagai bayangan yang tak pernah sekali pun kau sadari adanya. menyisa separuh aku yang berbagi getir dengan semangkuk kolak yang pias dan segelas es teh manis yang tak lagi manis.
tetapi, Aditya, tak ada pahit yang menggenang. hanya ada sebuah sajak yang pelan-pelan tenggelam di ujung senja.
(hari ini, pagi pukul sekian)

http://layanglayangmerahjambu.tumblr.com
 

Follow Me

Followers

^_^

"Promise me you'll always remember: You're braver than you believe, and stronger than you seem, and smarter than you think."

AKU

Selalu berjanji ...

AKU

lebih berani dari yang aku yakini,

AKU

lebih kuat dari yang aku lihat

dan AKU

lebih cerdas dari yang aku pikirkan